BEKASIUNIVERSE – Fluktuasi harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani selama Ramadan tidak lepas dari pengaruh faktor cuaca di daerah sentra produksi, terutama wilayah pegunungan.
Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dapat memengaruhi hasil panen, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas produksi.
“Kalau cuaca sering hujan di daerah pegunungan, hasil panen berkurang dan kualitasnya menurun sehingga harga di pasar ikut terdorong naik karena barang yang bagus jumlahnya terbatas,” jelasnya.
Menurutnya, komoditas seperti cabai, kol, dan berbagai jenis sayuran daun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Curah hujan berlebih dapat menyebabkan tanaman rentan terserang penyakit, membusuk, atau gagal panen. Akibatnya, jumlah pasokan yang masuk ke pasar berkurang.
Ketika pasokan menurun sementara permintaan meningkat, terutama selama Ramadan, harga cenderung mengalami kenaikan. Kondisi ini yang sempat terjadi pada cabai merah, di mana harga melonjak cukup signifikan akibat kombinasi cuaca kurang mendukung dan lonjakan permintaan.
Abdul Rahman menambahkan, distribusi dari daerah pegunungan menuju pasar induk juga dapat terganggu jika cuaca ekstrem. Akses jalan yang licin atau tertutup longsor misalnya, berpotensi memperlambat pengiriman barang.
Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca dinilai mulai membaik sehingga pasokan sejumlah komoditas kembali lancar. Hal ini berdampak pada mulai turunnya harga cabai merah dan stabilnya harga sayuran lainnya.
Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga akibat cuaca merupakan hal yang lazim terjadi pada komoditas hortikultura. Berbeda dengan bahan pokok seperti beras atau gula yang memiliki cadangan lebih stabil, sayuran sangat bergantung pada siklus panen dan kondisi alam.
Saat ini, ketersediaan barang di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani dipastikan aman. Tidak ada kelangkaan, meskipun harga beberapa komoditas masih bergerak mengikuti dinamika pasar.
Abdul Rahman berharap kondisi cuaca tetap kondusif hingga menjelang Idulfitri agar produksi di daerah sentra tetap optimal. Jika pasokan terus meningkat dan distribusi berjalan lancar, harga di tingkat pasar dapat lebih terkendali.
Dengan dukungan cuaca yang baik dan kelancaran distribusi, stabilitas harga sayuran diharapkan terus terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan.




