Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi: Teknologi PSEL di China Dikendalikan Serba Digital

BEKASIUUNIVERSE – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengaku terkesan setelah melihat langsung sistem operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Menurutnya, seluruh proses pengelolaan sampah hingga produksi listrik di fasilitas tersebut telah dikendalikan menggunakan teknologi digital yang terintegrasi.

 

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari teknologi yang akan diterapkan pada pembangunan PSEL Bantargebang, Kota Bekasi. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian rombongan adalah ruang kendali utama atau control room yang berfungsi sebagai pusat pengawasan seluruh aktivitas operasional.

 

“Dari dashboard yang kami lihat langsung, seluruh proses operasional dikendalikan secara digital dan terintegrasi. Ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern benar-benar mengandalkan teknologi,” ujar Sardi.

 

Di ruang kontrol tersebut, petugas dapat memantau seluruh tahapan proses pengolahan sampah secara real time melalui layar digital. Mulai dari penerimaan sampah, proses pembakaran, pengendalian emisi, hingga produksi energi listrik dapat diawasi secara terpusat.

 

Menurut Sardi, penerapan teknologi digital seperti yang digunakan Wangneng menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah modern tidak lagi identik dengan sistem konvensional yang menimbulkan kesan kumuh dan tidak terkelola.

 

Ia menjelaskan, fasilitas yang dikunjungi memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari. Sampah yang masuk ke fasilitas tersebut diproses menggunakan teknologi waste-to-energy melalui sistem pembakaran berteknologi tinggi.

 

Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran kemudian digunakan untuk memanaskan air hingga menjadi uap bertekanan tinggi. Uap tersebut selanjutnya menggerakkan turbin pembangkit sehingga menghasilkan energi listrik.

 

Sardi mengatakan, konsep teknologi yang sama akan diterapkan dalam pembangunan PSEL Bantargebang yang saat ini masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

“Kami sudah melihat implementasinya secara langsung. Teknologi ini terbukti dapat bekerja dengan baik dan menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern,” katanya.

 

PSEL Bantargebang sendiri direncanakan mampu menghasilkan listrik sekitar 15 megawatt (MW) dari proses pengolahan sampah. Selain menghasilkan energi, teknologi tersebut juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke tempat pembuangan akhir.

 

Menurut Sardi, kunjungan ke China dilakukan untuk memberikan gambaran nyata kepada seluruh pihak mengenai sistem kerja PSEL yang akan dibangun di Kota Bekasi. Karena itu, rombongan yang berangkat tidak hanya berasal dari unsur pemerintah dan DPRD, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

 

“Semua proses dikendalikan dengan teknologi, mulai dari penerimaan sampah, pembakaran, pengendalian emisi, hingga produksi listrik. Karena itu kami ingin semua pihak melihat langsung agar memahami bahwa teknologi ini sudah diterapkan di berbagai negara,” ujarnya.

 

Ia berharap pembangunan PSEL Bantargebang dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi. Selain mengurangi ketergantungan pada sistem landfill, proyek tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan energi terbarukan dan mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

 

Pos terkait